8 Bahasa Tubuh Kucing Pertanda Detik-Detik Jelang Kematiannya

8 Bahasa Tubuh Kucing

Pasti menyedihkan ya, ketika lagi sayang-sayangnya dengan kucing, eh, dia buru-buru mati. Lebih sedih lagi kalau tidak mengetahui bahasa tubuh kucing jelang kematiannya. Alhasil, tidak bisa memberikan sesuatu yang istimewa sebelum dia mati untuk selamanya. Kalau Anda ingin tahu bagaimana bahasa tubuhnya sebelum mati, simak uraian singkat ini.

1. Hilang Nafsu Makan

Ketika kucing kehilangan nafsu makan bukan berarti dia sebentar lagi mati. Namun tanda ini bersamaan tanda lainnya pasti tampak juga. Jadi kucing mengungkapkan bahasa hatinya lewat serangkaian bahasa tubuh. Hanya saja, ketika dia kehilangan nafsu makan, lekas-lekaslah bawa ke dokter hewan.

2. Tidur Lebih Banyak dari Biasanya

Tanda ini sangat jelas terlihat pada kucing yang sudah dewasa. Soalnya ketika masih kecil, hampir semuanya suka tidur. Entah pagi, siang, sore, atau malam. Kucing yang memberikan sinyal ini biasanya kucing yang sudah berumur lanjut. Saat itu organ-organ dalam tubuhnya melemah. Dia tidak bisa berbuat banyak selain tidur.

3. Susah Buang Air

Kucing lebih banyak mati karena penyakit daripada sebab-sebab lain. Mungkin ada kucing yang bernasib sial ditabrak sepeda motor atau jatuh dari pohon. Tapi itu hanya beberapa. Kucing yang terkena penyakit sebaiknya langsung dirawat ke dokter hewan. Jangan sampai susah buang air itu berlanjut hingga kemudian mati.

4. Susah Berdiri dan Berjalan

Berdiri saja susah, apalagi berjalan? Alhasil, sepanjang hari dia hanya tiduran. Makan juga tidak terlalu berselera, meskipun sudah pakai Whiskas yang terkenal sangat lezat bagi kucing. Dia tidak akan mau diajak bermain. Dia tidak lagi peduli, apakah di sekelilingnya ada benda-benda yang menggodanya atau tidak.

5. Kucing Terus Mencari Perlindungan

Kucing itu sama seperti binatang lainnya. Selalu ada yang kuat dan yang lemah. Kucing kuat cenderung mendominasi wilayah. Namun sebaliknya, kucing yang lemah cenderung mencari perlindungan. Tanda-tandanya bisa terlihat dari ekspresi cemas yang ditunjukkan. Bisa jadi pada malam harinya dia dibantai predator gara-gara tidak dilindungi Anda.

6. Bau Badan Menyengat dan Tidak Sedap

Kucing yang tidak pernah mandi juga berbau tidak sedap. Tapi kucing yang hampir mati beda. Bau tidak sedapnya lebih menyengat. Hal ini dikarenakan dia tidak bergairah lagi menjilat-jilat bulunya. Padahal praktik menjilat bulu adalah mandi bagi kucing. Sekali Anda mencium bau yang menyengat semacam ini, segera diagnosis apa yang terjadi.

7. Suhu Tubuhnya Menurun Drastis

Berapa suhu tubuh kucing yang normal? Biasanya sekitar 37 hingga 39 derajat celsius. Cara mengukur suhu tubuh kucing tentu berbeda dengan manusia. Semua ketiak kucing sama hangatnya sejak lahir hingga dewasa. Jadi caranya tempelkan termometer ke telinga kucing. Kemudian catat perbedaan angkanya setiap hari.

8. Napasnya Tidak Beraturan

Coba sekali-kali dengarkan napasnya dari jarak dekat. Embusan napas ini tentunya seiring dengan detak jantungnya. Kucing yang normal bernapas sekitar 20 hingga 30 kali selama satu menit. Kucing yang bermasalah bisa bernapas lebih dari itu, bisa pula kurang dari itu. Hal ini disebabkan oleh disfungsi bagian jantung dan juga paru-paru.

Sulitkah mengenali bahasa tubuh kucing yang mendekati kematiannya? Memang tidak semua orang peka dengan bahasa kucing. Sederhananya, kalau Anda merasa ada yang tidak biasa terjadi pada kucing kesayangan, langsung saja larikan ke dokter ahli. Nanti Anda akan mendapatkan tips sekaligus contoh merawat kucing dengan sebaik-baiknya.