Apa Itu Alzheimer? Ketahui Gejalanya Sejak Dini untuk Pengobatan yang Optimal

Apa Itu Alzheimer

Alzheimer merupakan salah satu contoh penyakit otak yang memiliki gejala kepikunan. Banyak orang sering mengidentikkan alzheimer dengan demensia karena memiliki gejala yang sama. Dapat dikatakan penderita alzheimer sudah pasti merupakan penderita demensia, namun penderita demensia belum tentu mengidap alzheimer. Untuk lebih jelasnya apa itu Alzheimerberikut ini adalah penjelasannya serta gejala-gejala alzheimer yang bisa dideteksi lebih dini sehingga memungkinkan dilakukannya pengobatan lebih cepat untuk hasil yang lebih baik.

Alzheimer merupakan penyakit yang terjadi pada otak manusia dengan gejala menurunnya daya ingat, kemampuan berkomunikasi dan berpikir yang akhirnya dapat mengubah perilaku seseorang. Penyakit ini merupakan penyakit yang terjadi secara bertahap mulai dari gejala kecil yang semakin lama semakin sering dan semakin parah. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab alzheimer, namun beberapa penelitian mengaitkannya pada penumpukan protein di sel otak yang menyebabkan kerusakan. Penelitian lain menemukan kode genetika dari pasien alzheimer sehingga jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat alzheimer, Anda akan memiliki resiko lebih besar terkena penyakit yang sama.

Mengenali gejala alzheimer sejak dini akan memperbesar kesempatan pengobatan yang dilakukan menjadi lebih efektif. Penderita alzheimer memiliki resiko meninggal dunia 8 hingga 10 tahun setelah dinyatakan terkena alzheimer. Namun jika dilakukan pengobatan lebih dini akan memperlambat proses perusakan sel otak sehingga penderita alzheimer bisa bertahan lebih lama. Berikut ini adalah gejala-gejala alzheimer yang dapat dideteksi sedari dini:

  • Hilang ingatan.

Gejala hilang ingatan atau hilangnya memori ini menjadi gejala awal penyakit alzheimer. Di tahap awal, penderita akan kesulitan mengingat suatu hal, melupakan rencana yang telah dimiliki, hingga melupakan masa lalu seolah tak pernah terjadi. Hilang ingatan pada tahap awal terjadi sementara dan bisa kembali lagi seperti Anda lupa menaruh kunci lalu bisa mengingatnya. Namun hal ini akan semakin sering dan semakin parah seiring dengan kondisi sel otak.

  • Berkurangnya kemampuan melihat.

Penderita alzheimer tidak langsung mengalami kebutaan namun mengalami penurunan kemampuan melihat seperti memperkirakan jarak dan membedakan warna.

  • Kesulitan memahami angka dan penalaran.

Di tahap menengah, penderita alzheimer mulai terlihat bingung dengan narasi yang panjang. Kesulitan memahami rencana yang dijabarkan hingga kesulitan dengan angka-angka. Penderita akan kesulitan mengatur keuangan karena sering lupa membayar tagihan hingga mengalami kesulitan menghitung uang.

  • Kesulitan melakukan ritme kerja sehari-hari.

Bagi penderita alzheimer di tahap menengah, seharusnya sudah tidak diperbolehkan mengemudi karena ia bisa tersesat. Ia akan mengalami kesulitan mengerjakan pekerjaan seperti biasa misalnya memasak karena lupa atau tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah step tertentu.

  • Kesulitan mengenal waktu dan lokasi.

Penderita alzheimer pada tahap lanjut akan kesulitan mengenali tempat sehingga ia mudah tersesat. Pada fase ini penderita sebaiknya diberi tanda pengenal yang mudah dilihat orang sehingga saat ia tersesat ada nomer kontak keluarga yang bisa dihubungi dengan mudah.

  • Kesulitan berkomunikasi.

Semakin lama penyakit alzheimer akan semakin menimbulkan gejala yang parah hingga ia sulit berkomunikasi dan mengenali orang lain. Ia juga akan lupa cara mengendalikan kebutuhan buang air sehingga sering buang air di celana.

Itulah pengertian apa itu alzheimer dan gejala-gejalanya dari fase awal hingga ke fase lanjut. Bagi Anda yang memiliki keluarga dengan gejala alzheimer jangan tunda untuk segera memeriksakan dirinya untuk mendapatkan pengobatan agar kerusakan otak dapat diringankan.