Bangga dengan Keragaman Indonesia

Bangga dengan Keragaman Indonesia

Indonesia adalah sebuah wilayah yang dilalui oleh katulistiwa dan menampung begitu banyak suku. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda dan bahkan bahasa yang berbeda. Penyebaran agama pada setiap suku juga berbeda sehingga di Indonesia ada beberapa agama dominan yang diakui oleh negara. Diantara agama ini ada Kristen dan Katolik. Kedua agama atau aliran agama ini berasal dari satu sumber yaitu sebuah agama yang dibawa oleh Isa al Masih atau lebih umum disebut Yesus Kristus. Perbedaan Kristen dan Katolik ini cukup signifikan sehingga pada satu titik dalam perkembangan ajaran Kristen kedua aliran memilih untuk memisahkan diri.

Secara resmi Katolik adalah agama yang lebih diakui secara luas dengan sistem organisasi keagamaan dan pemerintahan yang terpusat di Vatican. Hal ini dapat disebut sebagai perbedaan pertama kedua agama ini. Perbedaan ini terjadi karena pada abad ke 16 dalam kisaran tahun 1517-1521 muncullah seorang pastor yang telah mempraktekkan agama Kristen dengan cara yang sedikit berbeda. Praktek ini akhirnya diikuti oleh banyak orang lain sehingga mereka mampu mendeklarasikan agama terpisah dari Kristen dan menantang Vatican dalam segi ajaran dan praktek keagamaan. Pastor ini dikenal dengan Martin Luther yang merupakan seorang pastor terkenal pada masa itu. Sang pastor kemudian menamakan aliran agama ini Protestan yang dapat dimaknai sebagai protes atau kaum yang memprotes.

Agama Kristen sendiri merupakan sebuah agama yang menyatakan bahwa Isa al Masih adalah Tuhan mereka. Setiap orang yang menganggap Yesus Kristus sebagai tuhan adalah orang Kristen. Penamaan Kristen, Kristiani dan Nasrani merupakan perubahan dan pengembangan dari kata Nazaret yang merupakan daerah kelahiran Yesus Kristus. Katolik adalah kata lain yang memiliki makna universal atau umum. Secara penamaan maka Kristen Katolik adalah aliran yang universal dari agama Kristen dan Kristen Protestan adalah aliran dari kaum yang memprotes ajaran Kristen universal ini. Secara asal-usul dapat dikatakan bahwa kaum Kristen Katolik merupakan kelompok dasar yang lebih dahulu mengetahui dan menjalankan ajaran yang dibawakan oleh Yesus Kristus.

Yesus Kristus pada masa hidupnya memiliki sekelompok pengikut dan rasul yang kemudian menyebarkan agama ini ke seluruh dunia setelah Yesus wafat dan dibangkitkan kembali untuk diangkat ke surga. Pengikut atau penyebar agama Kristen ini berangkat ke berbagai daerah dan salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah Antiokhia yang berada di Turki. Di daerah ini agama Kristen berkembang dan istilah penamaan Kristen juga berasal dari daerah ini. Istilah Kristen disebarkan dari daerah ini ke berbagai tempat dengan dalil bahwa Yesus pernah menyatakan dirinya sebagai orang Kristen. Kepercayaan ini tertanam kuat dalam diri dan pemahaman semua pengikut agama Kristen.

Martin Luther mempelopori kelompok protes terhadap ajaran Kristen yang berkembang pada saat itu. Cara Gereja menggunakan kekuasaan dan menyajikan ajaran mereka dianggap kurang tepat sehingga Martin Luther memutuskan untuk memisahkan diri. Luther sendiri adalah seorang pastor yang telah mendalami ajaran Kristen sejak lama dan ikut menyebarkan agama ini ke berbagai tempat. Tidak heran jika pengikutnya memutuskan untuk bergabung dengan gerakan pemisahan ini dan mendirikan aliran baru yang disebut dengan Protestan. Atas protes yang dilayangkan Luther Gereja mengambil sikap untuk mengeluarkan Luther dari keanggotaan Gereja dan langsung menggunakan nama Katolik. Tindakan ini diambil sebagai langkah untuk membedakan ajaran Luther dengan ajaran mereka.

Saat ini gereja Katolik sebenarnya menamakan diri mereka sebagai Gereja Katolik Roma. Tujuan penamaan ini adalah untuk menjelaskan kiblat orang Kristen adalah Roma atau lebih tepatnya Vatican yang merupakan pusat koordinasi untuk semua gereja Katolik. Pemimpin pusat koordinasi ini adalah Paus yang mengeluarkan kebijakan dan mengurusi berbagai hal mengenai Gereja dan penyebaran agama dari kantor pusatnya di Vatikan. Walaupun ajaran Kristen Katolik memiliki Vatikan dan sistem organisasi yang baik tapi semua orang yang meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan adalah orang Kristen. Berbagai aliran Kristen, termasuk Protestan, yang berpisah dari Vatikan tetap bagian dari pengikut Yesus Kristus.